Sabtu, 22 November 2008

Silanetion tidak tersubstitusi yang pertama berhasil diidentifikasi

Senyawa-senyawa yang berikatan rangkap silikon-sulfur (silanetion) merupakan golongan senyawa yang menarik. Senyawa ini dianggap terdapat di angkasa luar. Beberapa silanetion tersubstitusi, RR'Si=S, yang distabilkan oleh gugus alkil (R) sebelumnya telah disintesis dan strukturnya ditentukan dengan menggunakan kristalografi sinar-X. Tetapi silanetion yang tidak tersubstitusi (H2Si=S) − analog golongan kedua dari formaldehida − belum pernah ditemukan sebelumnya. Peneliti di Jerman untuk pertama kalinya telah mengidentifikasi silanetion tidak-tersubstitusi ini.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Sven Thorwirth di Max Planck Institute for Radioastronomy, Bonn, mampu mengkarakterisasi molekul yang sulit dipahami ini dengan menggunakan spektroskopi mikrowave. "Di alam semesta, silikon dan sulfur merupakan unsur yang sangat melimpah," kata Thorwirth. Silanetion tidak tersubstitusi ini merupakan "sebuah molekul luar angkasa yang tidak diragukan keberadaannya" yang bisa terdapat dalam kulit debu yang mengelilingi bintang-bintang sekarat (dying stars), paparnya.

Thorwirth menggunakan spektroskopi mikrowave − yang mengukur perbedaan antara radiasi elektromagnetik yang diserap oleh sebuah molekul dan yang diemisikan − untuk mencari molekul tersebut. Perbedaan radiasi terkait dengan rotasi molekul ini, dan digunakan untuk mengidentifikasi spesies-spesies molekuler dan isotop-isotop. Tim ini kemudian mengolah hasil eksperimental mereka dengan perhitungan-perhitungan kimia kuantum tingkat tinggi. Dengan menjelaskan signifikansi penelitian ini, Thorwirth mengatakan bahwa "data ini menjadi basis laboratorium yang diperlukan untuk pencarian-pencarian radio-astronomi di masa mendatang untuk molekul ini di angkasa."

Penelitian ini disambut baik oleh Paul Davies, seorang anggota dari kelompok spektroskopi laser infra-merah di Universitas Cambridge, Inggris, yang mengatakan bahwa kombinasi antara spektroskopi dan perhitungan tingkat tinggi ini "seharusnya dapat diterapkan untuk mengungkap spektra dari molekul-molekul yang sangat rumit, sehingga memungkinkan realisasi potensi penuh dari spektroskopi mikrowave.

(dikutip dari: Soetrisno, http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=218)

Unsur-unsur toksik dalam asap rokok

Logam-logam berat seperti arsenik, kadmium, dan timbal telah dideteksi dalam asap rokok,dengan menunjukkan bahwa unsur-unsur toksik ini bisa merambat sampai jarak berbeda-beda alam aliran udara.

Rokok yang sedang terbakar menghasilkan lebih dari 4000 zat kimia; banyak diantaranya yang bersifat toksik dan sekitar 40 menyebabkan kanker. Senyawa-senyawa ini tetap berada di udara sebagai asap tembakau lingkungan yang dihirup oleh orang lain di kawasan tersebut. Ada dua tipe asap rokok, yaitu: asap rokok utama yang keluar dari mulut perokok dan asap sampingan yang berasal dari ujung rokok yang terbakar.

Ketika meneliti logam-logam berat dalam asap rokok sampingan, para peneliti di perusahaan rokok Philip Morris, US, menemukan tumpukan arsenik dalam cerobong asap yang digunakan dalam tahap pertama pada peralatan mereka. Fenomena ini tidak ditemukan untuk kadmium atau timbal. Mereka menganggap bahwa yang menyebabkan ini terjadi adalah bahwa arsenik bisa menjadi uap cair sedangkan kadmium dan timbal adalah partikulat padat.

Michael Chang dan rekan-rekannya menggunakan sebuah alat yang disebut cerobong "ekor ikan" untuk menyalurkan asap dari sebatang rokok yang sedang terbakar menuju ke sebuah jet impactor yang mengumpulkan asap sebagai kondensat. Asap yang tersisa dilewatkan melalui sebuah saringan ester selulosa campuran untuk mencoba menangkap asap yang tersisa. Beberapa cara dicoba untuk mempersiapkan asap yang telah berkondensasi pada bagian-bagian yang berbeda dari alat. Metode yang terbaik adalah pengambilan sampel adukan, yang melibatkan penggunaan deterjen Triton X-100 dan asam nitrat untuk membuat adukan dengan kondensat asap. Spektroskopi massa berpasangan induktif digunakan untuk menganalisis adukan.

Deposisi persentase total arsenik yang lebih besar (20 persen), dibanding kadmium atau timbal (kurang dari 5 persen) dalam cerobong tersebut menunjukkan bahwa unsur-unsur toksik dalam asap rokok bisa merambat secara berbeda dalam aliran udara dan bisa terdeposisi pada titik-titik berbeda. Para peneliti ini menduga perilaku ini disebabkan oleh perbedaan antara unsur fase padat (partikulat) dan cair (uap).

(dikutip dari Soetrisno, http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=220)

Sabtu, 08 November 2008

Sudah amankah makanan anda untuk dikonsumsi?

Makanan adalah inti dari kehidupan, akan tetapi kebanyakan orang memberikan sedikit perhatian terhadap peranan kimia analitik dalam memastikan amannya makanan kita untuk dikonsumsi. Ketika isu-isu keamanan makanan muncul ke permukaan, biasanya yang menimbulkan permasalahan adalah seputar residu-residu pestisida − atau bahan-bahan kimia buatan manusia lainnya − dalam makanan kita yang menimbulkan kekhawatiran. Meski demikian toksin-toksin alami, yang dihasilkan oleh berbagai organisme mikrobiologis, sebenarnya merupakan toksin dan karsinogen yang lebih potensial sehingga memberikan ancaman yang lebih besar bagi keamanan bahan makanan.

Yang paling utama diantara toksin-toksin alami ini adalah mikotoksin, metabolit-metabolit sekunder dari fungi berfilamen − yang lebih umum dikenal sebagai cendawan. Toksin-toksin ini bisa menginfeksi produk-produk pertanian baik di lahan, selama pertumbuhan tanaman, maupun di tempat penyimpanan yang tidak memadai. Banyak dari mikotoksin yang sangat stabil dan bisa bertahan hidup dalam material mentah hasil pertanian sampai pada produk jadi di rak-rak supermarket. Demikian juga, keberadaannya dalam pakan hewan bisa menyebabkan masuknya toksin atau metabolit-metabolitnya ke dalam produk-produk hewan yang kemudian dikonsumsi manusia.

Walaupun hampir tidak pernah terjadi di negara-negara maju akibat kewaspadaan otoritas keamanan makanan, morbiditas dan mortalitas manusia akibat keterpaparan mikotoksin cukup banyak di negara-negara berkembang − khususnya di komunitas-komunitas yang berswasembada.

Mikotoksin memiliki struktur kimia yang beragam sehingga efek-efek biologisnya juga beragam. Walaupun ratusan dari toksin ini telah diketahui, namun para peneliti dan otoritas keamanan makanan berfokus pada toksin-toksin yang yang dihasilkan oleh patogen-patogen jamur pada tanaman-tanaman utama − aflatoksin, fumonisins, trikotesena (khususnya eoksinivalenol dan toksin T-2), zearalenon, ochratoksin A dan patulin. Dan banyak negara sekarang ini telah memiliki aturan hukum mengenai ambang maksimum kadar toksin-toksin ini yang dibolehkan dalam makanan.

Salah satu karakteristik kontaminasi mikotoksin adalah tidak tersebar merata pada sebuah produk pertanian. Ini berarti bahwa metode-metode pengambilan sampel khusus diperlukan untuk masing-masing produk dan kombinasi toksin.

Biji-biji jagung yang terinfeksi cendawan bisa memasuki sistem makanan.

Banyak metode analitik yang telah dikembangkan untuk mendeteksi mikotoksin dalam makanan. Semua metode ini − selain metode penyinaran dengan panjang gelombang dekat-inframerah − memerlukan ekstraksi toksin dari makanan, dengan menggunakan campuran pelarut polar, sebelum analisis. Ekstrak-ekstrak ini, yang masih mengandung banyak senyawa makanan terlarut, bisa dianalisis secara langsung dengan metode ELISA atau dengan berbagai metode screening seperti piranti-piranti alir lateral, tongkat ukur, dan biosensor. Metodologi-metodologi ini semua bergantung pada penggunaan antibodi-antibodi spesifik mikotoksin untuk membedakan mikotoksin dengan komponen-komponen makanan yang ikut terekstrak dan pada umumnya memberikan hasil semi-kuantitatif.

Untuk penentuan mikotoksin yang lebih akurat, ekstrak-ekstrak memerlukan pemurnian. Metode pencucian yang dipilih adalah ekstraksi fase padat, dimana mikotoksin terikat ke sorben, zat-zat pengotor dicuci melalui kolom dan terakhir mikotoksin dikeluarkan. Yang juga populer adalah kolom-kolom multifungsi − sudah terpadu dengan campuran-campuran adsorben seperti alumina dan arang − yang menyerap zat-zat pengotor ketika ekstrak mikotoksin melewatinya.

Setelah pencucian ekstrak, mikotoksin bisa dianalisis dengan kromatografi lapis-tipis, kromatografi gas, atau HPLC. Metode yang terakhir ini dikombinasikan dengan ultraviolet, fluoresensi atau pendeteksian spektrometri massa merupakan teknik analisis yang paling sering digunakan. Penggunaan pendeteksian spektrometri massa gabungan disini bisa menganalisis banyak toksin dikombinasikan dengan bukti penguat dalam eksperimen yang sama. Analisis multitoksin bermanfaat untuk makanan-makanan yang bisa terkontaminasi oleh beberapa mikotoksin berbeda, yang dihasilkan oleh spesies jamur yang sama atau berbeda.

Interpretasi tulisan-tulisan kuno menunjukkan bahwa mikotoksin telah menyebabkan masalah-masalah kesehatan sejak awal masa sejarah. Dan selama kita belum mampu menghambat kapabilitas jamur-jamur penghasil mikotoksin untuk menghasilkan toksin, kita masih akan terus bergantung pada kemajuan-kemajuan dalam kimia analitik untuk memantau toksin-toksin alami yang potensial ini.

(dikutip dari: Soetrisno, http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=202)

Jumat, 07 November 2008

Bentengi Dengan Serat

Dennis Burkitt percaya serat pangan nabati melindungi pencernaan dari risiko kanker. Teori ahli bedah asal Inggris itu bukan tanpa dasar. Uganda, negara tempat Burkitt mengabdi selama puluhan tahun, kaya aneka sayuran dan buah-buahan. Pola makan penduduk lokal yang kaya serat diyakini mempengaruhi kecilnya angka penderita kanker usus besar di negeri itu.

Uji klinis yang dilakukan peneliti Harvard Medical School 37 tahun kemudian memang tak menemukan hubungan asupan serat tinggi dengan risiko munculnya kanker usus besar. Meski begitu, tak dapat dipungkiri teori Burkitt mengawali berbagai riset serat pangan di dunia. The fiber man-begitu ia dijuluki-berhasil mengubah pola makan tidak sehat sebagian besar penduduk negara barat. Menu kaya daging digantikan pola makan seimbang dengan mengasup pangan nabati. Sereal, sayuran, dan buah-buahan wajib hadir dalam setiap menu makanan.

Serat mampu membentengi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif. Di antaranya: diabetes mellitus, jantung koroner, divertikulosis, hiperkolesterol, asam urat, serta berbagai penyakit akibat obesitas dan kardiovaskular. ‘Diet tinggi serat banyak disarankan pada penderita obesitas,’ kata dr Imelda Margaritha yang berpraktek di Jakarta Utara. Itu karena serat yang tinggal dalam pencernaan menimbulkan rasa kenyang dan berkalori rendah.

Nongizi

Tak bernilai gizi bukan berarti serat pangan tak bermanfaat bagi tubuh. Serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan dapat meringankan kerja pencernaan dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi. Hippocrates, pengobat Yunani pada abad ke- 5 SM, menyebutkan roti dari gandum yang belum digiling berfaedah bagi kesehatan.

Itu dibuktikan berabad-abad kemudian oleh riset yang dilakukan Jacobs Jr dan kawan-kawan. Peneliti dari Departemen Nutrisi, Institute of Basic Medical Sciences, University of Oslo, Norwegia, itu membuktikan serat larut yang dikandung whole grain-gandum yang digiling beserta kulit arinya-dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit non-kardiovaskular, non-kanker, dan peradangan pada wanita.

Menurut Djousse L dan Gaziano JM dari Brigham and Women’s Hospital dan Harvard Medical School, kebiasaan sarapan bekatul gandum menurunkan risiko gagal jantung. Konsentrat ß-glucans yang terkandung dalam oat-sereal kaya serat larut terfermentasi-menurunkan serum kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Begitu hasil kesimpulan Katie M Queenan, periset dari Departemen Ilmu Pangan dan Gizi, University of Minnesota di Amerika Serikat.

Dalam uji klinis itu 75 pria dan wanita penderita kolesterol tinggi dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama diberi konsentrat ß-glucans sebanyak 6 gram per hari selama 6 minggu, sisanya sebagai kontrol.

Hasilnya menggembirakan. Kadar total kolesterol dan LDL kolesterol turun signifikan pada kelompok pertama. LDL adalah kolesterol jahat dalam tubuh yang dapat menyumbat pembuluh darah penyebab penyakit jantung. Mekanisme turunnya kadar LDL kolesterol lantaran serat terfermentasi ß-glucans meningkatkan konsentrasi asam lemak rantai pendek (SFCA) dalam usus besar. Kenaikan kadar SFCA ini berimbas pada turunnya kadar LDL kolesterol dalam darah.

Instan

Survei Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan pada 2001 menyebutkan rata-rata konsumsi serat penduduk Indonesia 10,5 g per kapita per hari. Angka itu tak sampai setengah dari kebutuhan tubuh. Padahal, untuk dapat mencerna makanan dengan sempurna, tubuh membutuhkan sekitar 25 -32 g serat per hari. Namun, bukan perkara mudah memenuhi angka kecukupan serat itu. Untuk mendapat manfaat serat optimal, setara 10 buah apel per hari harus diasup. Tentu tak semua orang sanggup memenuhinya.

Sebagai alternatif, banyak pilihan suplemen serat instan di pasaran. Rata-rata mengandung sekitar 8-16 g serat per sajian. Di antara produk serat instan itu berasal dari ekstrak serelia, agar-agar, plantago ovata, dan chicory. Dua yang terakhir disebut mengandung banyak serat yang moncer mengatasi berbagai penyakit. Plantago ovata misalnya. Tanaman asal India itu kaya serat mucilage-hidrokoloid pengikat steroid-yang ampuh melawan sembelit. Ekstraknya digunakan dalam terapi menurunkan gejala kelainan gastrointestinal pada penderita Parkinson.

Ekstrak chicory kaya polisakarida pektin. Kandungan serat tanaman asal Eropa itu meningkatkan absorpsi kalsium pada tulang wanita menopause. Penelitian Kim Yun Young dari Department of Medical Nutrition, Graduate School of East-West Medical Science, Kyung Hee University, Korea Selatan, menunjukkan kadar serum alkalin fosfat wanita yang mengkonsumsi selama 3 bulan, turun signifikan dibanding kontrol. Efeknya, penyerapan kalsium oleh tulang meningkat.

Produk olahan agar-agar kaya kandungan serat larut. Susunan kimianya berupa rantai polisakarida panjang yang memiliki kandungan serat 84%. Pun, kadar karbohidratnya rendah. Artinya, agar-agar baik dikonsumsi untuk diet obesitas karena dapat menimbulkan efek kenyang lebih lama. Penyakit divertikulosis dapat dicegah karena tekanan pada dinding saluran pencernaan berkurang.

Namun, jangan sembarangan mengkonsumsi serat instan. ‘Kelebihan serat dapat mengganggu penyerapan mineral,’ ujar Imelda. Itu karena serat mengikat beberapa jenis mineral seperti kalsium, magnesium, seng, dan besi. Padahal, mineral sangat dibutuhkan untuk kelangsungan proses metabolisme. Oleh karena itu, pastikan tubuh benar-benar membutuhkan suplemen serat instan sebelum mengkonsumsinya.

(dikutip dari: http://nabawiherbal.wordpress.com/resep-sehat/)

Perkasa Dengan Purwoceng

Daun dan batang purwoceng terbukti meningkatkan kadar hormon testosteron sekaligus libido. Ratusan tahun silam, nenek moyang kita sudah menggunakannya sebagai afrodisiak dan mengembalikan energi setelah seharian bekerja.

Itu yang mendorong dr Taufiq R Nasihun Sp And, dokter di Semarang, Jawa Tengah, membuktikannya. Dokter spesialis andrologi itu menguji purwoceng secara praklinis dengan jasa tikus putih sprangue dawley. Taufiq mengelompokkan satwa pengerat itu dalam 6 grup masing-masing 10 ekor. Mereka adalah tikus jantan, tengah pubertas, dan dewasa-berumur 90 hari. ‘Saat itu hormon testosteron sedang tinggi-tingginya,’ kata dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang itu.

Kelompok ke-1 hingga ke-6 berturutturut diberi larutan 2 ml akuades, 25 mg purwoceng, 50 mg purwoceng, 25 mg pasak bumi, 50 mg pasak bumi, dan 25 mg purwoceng dan pasak bumi. Pasak bumi Eurycoma longifolia juga merupakan afrodisiak alias perangsang daya seksual. Taufiq memberikan minuman itu setiap hari selama sepekan secara oral.

Tinggi testosteron

Hasil uji praklinis itu, testosteron tikus yang diberi 50 mg purwoceng meningkat paling tinggi: 125%. Testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen. Organ penghasil testosteron adalah testis pada jantan dan indung telur pada betina. Testis memproduksi testosteron sepanjang hidup. Jantan dewasa menghasilkan testosteron 20 kali lebih banyak daripada betina dewasa. Produksi hormon itu diatur oleh kelenjar hipofisis.

Karena pengaruh hormon itulah kaum pria bersuara rendah, berotot gempal, dan tumbuh kumis. Testosteron penting untuk kesehatan baik bagi jantan maupun betina. Fungsinya antara lain meningkatkan libido, energi, fungsi imun, dan perlindungan. Selain meningkatkan testosteron hingga 125%, dosis 50 mg purwoceng juga mendongkrak hormon luteinizing hingga 29,2%.

Luteinizing merupakan hormon yang diproduksi hipofisis anterior di otak. Perannya merangsang sel-sel dalam testis untuk memproduksi testosteron. ‘Itu berarti purwoceng memberikan efek langsung dan tak langsung sebagai afrodisiak,’ kata Taufi q. Secara tak langsung berarti tanaman anggota famili Apiaceae itu menjaga kaum pria awet muda sekaligus bervitalitas tinggi. Itulah idaman para pria.

Kelompok tikus yang diberi campuran 25 mg purwoceng-pasakbumi juga meningkat kadar testosteronnya hingga 196,3%. Namun, kadar hormon luteinizing hanya terkatrol 2,5%. Menurut dr Paulus Wahyudi Halim, herbalis di Tangerang, Provinsi Banten, kebugaran tubuh mempengaruhi aktivitas seksual. ‘Herbal dapat membantu aktivitas seksual itu selama gangguan pada tubuh bersifat temporer, bukan permanen,’ ujar dokter alumnus Universita Degli Studi Padova, Italia, itu.

Mengapa kerabat pegagan itu tokcer meningkatkan testosteron? Pimpinella alpina mengandung sterol, furanokumarin bergapten, isobergapten, dan sphondin. Senyawa-senyawa aktif itu banyak terdapat di batang dan akar. Senyawa yang disebut pertama, dalam tubuh akan dikonversi menjadi testosteron. Sedangkan senyawa aktif lain merangsang susunan saraf pusat untuk memproduksi hormon luteinizing.

Klinis

Taufiq juga melakukan uji toksisitas purwoceng. Tanaman yang tumbuh di dataran tinggi itu relatif aman dikonsumsi. Penggunaan dosis setinggi-tingginya- men-capai 600 mg per hari-pada tikus selama 14 hari, tak menimbulkan efek samping. Setelah uji praklinis pada hewan percobaan, Taufiq juga melakukan uji klinis pada manusia. Ia memberikan larutan purwoceng kepada 40 responden berusia minimal usia 40 tahun.

Penelitian Taufiq beserta sejawatnya Prof Dr dr Susilo Wibowo Sp And, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, itu membagi 40 pria usia di atas 40 tahun ke dalam 2 kelompok. Kelompok pertama merupakan plasebo yang mengkonsumsi kapsul kosong. Tentu mereka tak tahu isinya. Sedangkan kelompok kedua diberi kapsul ekstrak purwoceng berdosis 50 mg/hari selama 15 hari.

Hasil penelitian itu menunjukkan kelompok pria yang mengkonsumsi ekstrak purwoceng mengalami kenaikan kadar hormon luteinizing dan indeks androgen bebas, serta memperbaiki defi siensi androgen. Pria dewasa sehat mempunyai indeks androgen bebas 30-150. Di bawah angka itu, terjadi defisiensi testosteron.

Temuan itu menggembirakan, terutama bagi para pria berusia 40-50 tahun. Mereka rentan amiltauson alias penurunan kadar testosteron antara lain lantaran polusi lingkungan yang bersifat estrogenik. Survei perusahaan obat kenamaan menyebutkan, lebih dari 20% pria Asia mengalami disfungsi ereksi. Penyebabnya antara lain ritme kerja yang cepat, konsumsi makanan siap saji, dan polusi.

Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta, meresepkan purwoceng untuk beragam pasien seperti disfungsi ereksi dan varikokel. Kepada pasien varikokel-varises pada kantong kemaluan-Lina meresepkan purwoceng, jahe merah, lada hitam, dan kayumanis. Menurut Lina bila rutin mengkonsumsi kapsul berbahan campuran itu pasien sembuh varikokel. Purwoceng tumbuh di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, dan Pegunungan Pangrango, Jawa Barat.

Selain seduhan atau rebusan bahan segar, di pasaran juga terdapat produk purwoceng siap konsumsi. PT Jamu Jago, misalnya, merilis Purwoceng Plus dalam bentuk serbuk, kapsul, dan cair. Pada produk cair, ramuan purwoceng dilarutkan dalam madu. Menurut Griyo Sujono, kepala Departemen Pemasaran PT Jamu Jago, penderita hipertensi sebaiknya tak terlalu banyak mengkonsumsi purwoceng karena dapat meningkatkan tekanan darah.

(dikutip dari: http://nabawiherbal.wordpress.com/resep-sehat/)